Sering Tersenyum Meskipun Terpaksa Bisa Kurangi Risiko Sakit Jantung


Sering Tersenyum Meskipun Terpaksa Bisa Kurangi Risiko Sakit Jantung

Meski sedang menghadapi banyak masalah, biasakan untuk selalu tersenyum. Bukan cuma mengalihkan stres, segaris senyum di wajah bisa membuat denyut nadi tetap stabil dan terhindar dari risiko sakit jantung yang mematikan.
Tidak peduli senyum asli atau yang dibuat-buat, ekspresi yang menjadi simbol kebahagiaan itu bisa membuat ritme jantung lebih stabil meski sedang stres. Umumnya saat stres, denyut jantung akan meningkat dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi maupun gangguan jantung.
Para ilmuwan di University of Kansas menggolongkan senyuman ke dalam 2 jenis. Seyuman jenis pertama adalah senyum yang dibuat-buat yang hanya melubatkan otot-otot di sekitar mulut, sedangkan jenis berikutnya adalah senyum asli yang juga melibatkan otot di sekitar mata.
Efeknya bagi jantung tentu saja lebih teramati pada senyum asli, yang muncul secara tulus dari dalam hati. Meski demikian, senyum yang dibuat-buat pun tetap memberikan efek yang menguntungkan bila dibandingkan yang eksperi wajahnya biasa saja.
Bahkan ketika sejumlah relawan diminta mengganjal mulutnya pakai sumpit agar membentuk senyuman, ritme jantungnya menjadi lebih stabil dibanding ketika ekspresi mukanya datar-datar saja. Padahal seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Kamis (2/8/2012), para relawan tidak terang-terangan disuruh untuk tersenyum.
Tara Kraft dan Sarah Pressman yang melakukan penelitian ini telah membuktikan hubungan antara senyum dengan ritme jantung pada 1698 relawan. Selain disuruh mengganjal mulut dengan sumpit, para ilmuwan ini juga melatih relawan untuk tersenyum meski sedang stres.
Dalam keseharian, sebenarnya memang tidak sulit untuk membuktikan bahwa senyum punya efek menyejukkan dalam arti meredakan stres. Namun jika berlebihan, kadang-kadang seseorang yang selalu tersenyum justru bisa menjadi indikasi bahwa dirinya sedang stres. (detikhealth)

MANFAAT BIJI,AKARDAN UMBI PADA TANAMAN


Biji

No.
Nama Tanaman
Khasiat dan Manfaat
1.
Kecubung (Datura metel)
Menyembuhkan penyakit asma, bisul, dan anus turun
2.
Kapur barus (Dryobalanops aromatica Gaertn.)
Menyembuhkan gangguan pencernaan
3.
Pinang (Areca catecha L.)
Tepung biji pinang berkhasiat sebagai obat antelmentika, terutama terhadap cacing pita
4.
Kedawung (Parkia biglobosa Bentham)
Sebagai bahan obat sakit perut, mulas, diare, dan bersifat astringensia
5.
Pala (Myristica)
Mengatasi perut kembung, sebagai stimulansia setempat terhadap saluran pencernaan, bahan obat pembius, menyebabkan rasa kantuk, dan memperlambat pernapasan
6.
Jamblang (Eugenia cumini Merr)
Sebagai bahan obat untuk menyembuhkan penyakit kencing manis (diabetes)

5. Akar

No.
Nama Tanaman
Khasiat dan Manfaat
1.
Pepaya (Carica papaya L.)
Obat cacing
2.
Aren (Arenga pinnata Merril)
Obat diuretik
3.
Pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth)
Obat antihipertensiva dan gangguan neuropsikhlatrik, seperti tekanan darah tinggi

6. Umbi atau rimpang

No.
Nama Tanaman
Khasiat dan Manfaat
1.
Bangle (Zingiber purpureum Roxb.)
Menyembuhkan sakit kepala, susah buang air besar, nyeri pada perut, sakit kuning, perut kembung, dan melangsingkan tubuh
2.
Jahe (Zingiber officinale Rosc.)
Menghangatkan badan, menyembuhkan sakit pinggang, asma, muntah, dan nyeri otot
3.
Kencur (Kaempferia galanga L.)
Menyembuhkan sakit kepala, obat batuk, melancarkan keringat, dan mengeluarkan dahak
4.
Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Menyembuhkan diare, masuk angin, hepatitis, dan kejang-kejang
5.
Lempuyung (Zingiber zerumbel)
Obat pelangsing, penambah nafsu makan, disentri, dan diare
6.
Lengkuas (Languas galanga L.Stunzt)
Mengobati panu, serta bersifat antifungi dan anti bakteri
7.
Temu giring (Curcuma heynaena Val.)
Obat anti cacing, sakit perut, dan melangsingkan tubuh
8.
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
Mengatasi sembelit, memperbanyak ASI, dan memperkuat sekresi empedu
9.
Temu hitam (Curcuma aeroginosa Roxb.)
obat anti cacing, mencegah kelesuan, dan memperlancar peredaran darah
10.
Alang-alang (Imperata cylindrica Beav.)
Obat untuk memperlancar air seni (diuretik

MANFAAT BATANG DAN BUAH PADA TANAMAN


Batang

No.
Nama Tanaman
Khasiat dan Manfaat
1.
Kayu manis (Cinnamomum burmanii)
Mengobati penyakit batuk dan sesak napas, nyeri lambung, perut kembung, diare, rematik, dan menghangatkan lambung
2.
Dadap ayam (Erythrina varigata Linn.Var.orientalis)
Menyembuhkan asma
3.
Pulasari (Alyxia stellata Roem)
Obat perut kembung
4.
Brotawali (Tonospora rumphii Boerl)
Mengobati demam, sakit kuning, obat cacingan, kudis, dan diabetes
5.
Kemukus (Piper cubeba L.)
Obat radang selaput lendir saluran kemih
6.
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
Sebagai antiseptik, sehingga dapat dipakai sebagai obat kumur
7.
Delima (Punice granatum L.)

3. Buah

No.
Nama Tanaman
Khasiat dan Manfaat
1.
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
Menyembuhkan penyakit demam, batuk kronis, kurang darah, menghentikan kebiasaan merokok, menghilangkan bau badan, menyegarkan tubuh, dan memperlancar buang air kecil
2.
Cabai merah (Capsicum annuum L.)
Obat gosok untuk penyakit rematik dan masuk angin
3.
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi)
Menyembuhkan penyakit batuk, melegakan napas, dan mencairkan dahak
4.
Mengkudu (Morinda citrifolia)
Mengobati penyakit radang usus, susah buang air kecil, batuk, amandel, difetri, lever, sariawan, tekanan darah tinggi, dan sembelit
5.
Kemukus (Piper cubeba L.)
Obat radang selaput lendir saluran kemih
6.
Kapulaga (Elettaria cardamomum Maton) dan ketumbar (Coriandrum sativum L.)
Obat antikembung

MANFAAT DAUN PADA TANAMAN


Daun

No.
Nama Tanaman
Khasiat dan Manfaat
1.
Daun dewa (Gynura Segetum)
Menyembuhkan muntah darah dan payudara bengkak
2.
3.
Belimbing
Menyembuhkan tekanan darah tinggi
4.
Mengobati panas dalam dan demam
5.
Daun bayam duri
Mengobati kurang darah
6.
Mengobati insomnia
7.
Saga (Abrus precatorius)
Menyembuhkan batuk dan sariawan
8.
Pacar cina (Aglaiae ordorota Lour)
Menyembuhkan penyakit gonorrhoe (penyakit kelamin)
9.
Landep (Barleriae prionitis L.)
Menyembuhkan rematik
10.
Miana (Coleus atropurpureus Bentham)
Menyembuhkan wasir
11.
Pepaya (Carica papaya L.)
Menyembuhkan demam dan disentri
12.
Jintan (Coleus amboinicus)
Menyembuhkan batuk, mules, dan sariawan
13.
Pegagan (Cantella asiatica Urban)
Menyembuhkan sariawan dan bersifat astringensia (mampu membasmi bakteri)
14.
Blustru (Luffa cylindrice Roem)
Bersifat diuretik (peluruh air seni)
15.
Kemuning (Murrayae paniculata Jack)
Menyembuhkan penyakit gonorrhoe
16.
Murbei (Morus indica Rumph)
Bersifat diuretik
17.
Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth)
Bersifat diuretik
18.
Sirih (Chavica betle L.)
Menyembuhkan batuk, antiseptika (membunuh mikroorganisme berbahaya), dan obat kumur
19.
Randu (Ceiba pentandra Gaerth)
Sebagai obat mencret dan kumur
20.
Salam (Eugenia polyantha Wight)
Bersifat astringensia
21.
Jambu biji (Psidium guajava L.)
Menyembuhkan mencret

MANFAAT TANAMAN INDONESIA 3


7. Mengkudu

Mengkudu (Jawa: pace, kemudu, kudu); cengkudu (Sunda), kodhuk (Madura), wengkudu (Bali) berasal daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Nama lain untuk tanaman ini adalah Noni (bahasa Hawaii), Nono (bahasa Tahiti), Nonu (bahasa Tonga), ungcoikan (bahasa Myanmar) dan Ach (bahasa Hindi), Tanaman ini tumbuh di dataran rendah pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol. Mengkudu sering digunakan sebagai bahan obat-obatan, Ciri-ciri umumnya adalah :

Pohon

Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m. batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu,anak cabangnya bersegai empat. Tajuknya suklalu hijau sepanjang tahun. Kayu mengkudu mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan untuk penopang tanaman lada.

Daun

Berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm. tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hiaju mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A.

 

Bunga

Perbungaan mengkudu bertipe bonggol bulat, bergagang 1-4 cm. Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal. Bunganya berkelamin dua. Mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya bisa mencapai 1,5 cm. Benang sari tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua. Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan. Bunganya putih, harum.

Buah

Kelopak bunga tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida, berwarna cokelat merah. Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul karena pencampuran antara asam kaprik dan asam kaproat (senyawa lipid atau lemak yang gugusan molekulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri) yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak. Diduga kedua senyawa ini bersifat aktif sebagai antibiotik.

Kandungan mengkudu

·   Zat nutrisi: secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalm jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.
·   Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.
·   Zat anti bakteri.Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.
·   Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.
·   Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.
·   Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.

 

8. Kantung Semar
Kerajaaan : Plantae, Divisi: Magnoliophyta, Kelas: Magnoliopsida, Ordo: Caryophyllales, Famili: Nepenthaceae Dumort. (1829), Genus: Nepenthes L. (1753). Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan) dan Jawa tanaman ini belum di tinjau lebih jauh kegunannya.

9. Mahkota Dewa

Pohon Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dikenal sebagai salah satu tanaman obat di Indonesia. Asalnya dari Papua/Irian Jaya. Buah mahkota dewa mengandung beberapa zat aktif seperti:
·   Alkaloid, bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh
·   Saponin, yang bermanfaat sebagai:  sumber anti bakteri dan anti virus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, mengurangi penggumpalan darah
·   Flavonoid nya bersifat melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah, mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner, mengandung antiinflamasi (antiradang), berfungsi sebagai anti-oksidan, membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan
·   Polifenol berfungsi sebagai antihistamin (antialergi)
Tanaman atau pohon mahkota dewa seringkali ditanam sebagai tanaman peneduh. Ukurannya tidak terlalu besar dengan tinggi mencapai 3 meter, mempunyai buah yang berwarna merah menyala yang tumbuh dari batang utama hingga ke ranting. Nama Lain dari mahkota dewa adalah Makuto Rojo, Makuto Ratu, Obat Dewa, Pau (Obat Pusaka),Crown of God, Boh Anggota Dewan.

10. Patma Raksasa

Padma raksasa (Rafflesia arnoldii) merupakan tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di Pulau Jawa tumbuh hanya satu jenis patma parasit, Rafflesia patma.
Bunga merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrastigma. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.

MANFAAT TANAMAN INDONESIA 2


4. Canarium

Canarium adalah genus dari sekitar 75 spesies pohon tropis dari keluarga Burseraceae. Asal tanaman ini adalah Afrika tropis, Asia selatan, Nigeria selatan, Madagaskar, Mauritius, India, Tiongkok selatan, Indonesia, dan Filipina. Tinggi tanaman selalu hijau ini dapat mencapai 40-50 m. Kegunaan beberapa spesies mempunyai biji yang dapat dimakan, juga dikenal sebagai kacang kenari, kacang pili, atau kacang galip. Canarium indicum dan Canarium ovatum adalah jenis-jenis yang terkenal akan bijinya di Indonesia dan Filipina. Spesies Canarium luzonicum terkenal karena menghasilkan resin elemi.
Canarium indicumCanarium odontophyllum (disebut juga dabai) terkenal akan buahnya yang rasanya mirip buah alpokat. Buahnya bisa dimakan setelah direndam di air hangat. Buah spesies ini mengandung protein, karbohidrat, dan lemak sehingga cocok sebagai bahan pangan. Jenis ini diperkenalkan dari Kalimantan hingga Australia.


5. Eboni

Diospyros adalah nama marga kayu eboni atau kayu hitam. Anggotanya di seluruh dunia mencapai sekitar 450-500 spesies pohon dan perdu yang selalu hijau atau sebagian ada pula yang menggugurkan daun. Kebanyakan tumbuhan ini berasal dari daerah tropis, dan hanya beberapa spesies yang tumbuh di daerah beriklim sedang.
Marga ini mencakup banyak spesies yang memiliki nilai komersial, baik untuk buahnya yang dapat dimakan (misalnya kesemek atau bisbul), namun terutama untuk kayunya yang berkualitas tinggi. Kayu teras (hati kayu) biasanya keras dan berwarna hitam legam, sehingga di banyak daerah di Indonesia dinamai sebagai kayu arang. Dua di antara yang paling terkenal adalah kayu eboni hitam (D. ebenum, dan beberapa spesies lainnya) dan kayu eboni bergaris alias kayu-hitam Sulawesi (D. celebica). Etimologi Diospyros berasal dari dua patah kata bahasa Gerika: deion yang berarti dewa dan puros, buah. Artinya, buah para dewa, merujuk pada buah jenis Diospyros tertentu yang memiliki rasa istimewa.


6. Flindersia

Flindersia juga disebut sebagai Seidenholzbaum dalam bahasa Jerman, Crows Ash, Aust Teak, Nutwood atau Flindosy dalam bahasa Inggris. Tanaman ini termasuk dalam keluarga Rutaceae. Genus tanaman ini memiliki sekitar 14 spesies. Buahnya memiliki bentuk yang khas. Genus tanaman ini dinamakan menurut Matthew Flinders yang pertama kali menemukan tumbuhan ini sebagai tanaman endemis Indonesia yang terancam punah.
Tumbuhan ini adalah tumbuhan selalu hijau yang tingginya bisa mencapai 25-30 meter. Tebal kayunya bisa mencapai 75-150 cm. Bunga tanaman ini berwarna putih dan menarik serangga seperti kupu-kupu dan lebah terutama pada bulan-bulan Agustus hingga Februari. Buah tanaman ini terbentuk dari kapsul dari kayu yang diselubungi duri-duri pendek. Biasanya buahnya terbelah menjadi lima bagian sebelum jatuh ke tanah. Setiap bagian mengandung bagian berdaging (plasenta) yang memiliki dua atau tiga biji yang panjangnya
sekitar 4 cm. Biji tanaman ini konsistensnya seperti kertas dan akan bercambah ketika jatuh ke tanah. Masa matang: April hingga November, tidak dapat dimakan.

Tanaman ini berasal dari
Maluku, Papua, New Caledonia dan Australia. Ia ditanam untuk kayunya dan juga sebagai tanaman jalanan. Jenis ini sangat bagus digunakan sebagai pohon tepi jalan. Kayunya sangatlah berat dan tahan lama, bagus untuk bahan bangunan dan bahan lantai kayu.

MANFAAT TANAMAN INDONESIA


1.  Cengkeh 
Cengkeh dikenal dengan nama latin Syzygium aromaticum atau Eugenia aromaticum. Tanaman asli Indonesia ini tergolong ke dalam keluarga tanaman Myrtaceae pada ordo Myrtales. Sampai saat ini, sebagian besar kebutuhan cengkeh dunia (80%) masih dipasok oleh Indonesia, disusul oleh Madagaskar dan Tanzania. Cengkeh digunakan sebagai bahan campuran rokok kretek, dan juga penyedap masakan. Aroma cengkeh yang khas dihasilkan oleh senyawa eugenol, yang merupakan senyawa utama (72-90%) penyusun minyak atsiri cengkeh. Eugenol memiliki sifat antiseptik dan anestetik (bius).

2. Temu Hitam
Temu hitam merupakan tumbuhan semak, batang berwarna hijau dan agak lunak karena merupakan batang semu yang tersusun atas kumpulan pelepah daun, panjang batang kurang lebih 50 cm, dan tinggi tumbuhan dapat mencapai 2 meter. Temu hitam merupakan tumbuhan yang dapat hidup secara liar di hutan-hutan jati, terutama di Pulau Jawa dari ketinggian 400-1.750 meter di atas permukaan laut dan tumbuhan ini menyukai tanah subur. Daunnya berbentuk lanset lebar dengan helaian daun yang tipis, warna daun hijau sampai coklat keunguan agak gelap. Bunga keluar dari ketiak daun atau samping batang. Bunga tertutup oleh 2-3 pelepah, panjang batang bunga 20-50 cm dan mahkota bunga berwarna krem sampai merah jambu.Tumbuhan ini menghasilkan rimpang berukuran besar, bercabang merata dan merupakan umbi batang. Temu hitam memiliki nama yang berbeda pada tiap daerah asalnya: Jawa temu ireng (Jawa), koneng hideung (Sunda), temo erang (Madura); Sumatera : temu item, temu erang (Melayu), temu hitam (Minangkabau); Sulawesi : temu lotong (Bugis), temu leteng (Makassar); Nusa Tenggara : temu ireng (Bali).
Khasiat temu hitam antara lain: menyuburkan kandungan, cacingan, ambeien. nyeri haid, peranakan turun, membersihkan darah setelah melahirkan,batuk, meningkatkan stamina,menambah nafsu makan.air kemih mngandung darah,menetralkan racun dalam tubuh, penyakit kulit misalnya koreng, kudis, borok, asma,sariawan dan lain-lain
3.  Calophyllum

Calophyllum
(dari bahasa Yunani: kalos yang artinya cantik, dan phullon yang artinya daun) adalah genus dari sekitar 200 spesies tanaman hijau abadi dari suku Clusiaceae. Kosambi atau nyamplung juga sudah mulai jarang dijumpai. Habitat kelompok pohon ini tumbuh mulai dari hutan di pegunungan hingga di rawa-rawa. Tinggi tanaman ini dapat mencapai 30 m dan diameternya dapat mencapai 0,8 m. Daun tanaman ini mengkilap batang pohon ini berwarna abu-abu hingga putih. Warna kayu pohon ini dapat bervariasi tergantung spesies. Kegunaan kayu pohon ini yang ringan sering digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kapal laut.